Aparat kepolisian Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali berhasil mengungkap jaringan penyelundupan sabu yang melibatkan warga negara asing (WNA). Kali ini, seorang pria berkewarganegaraan Iran berhasil diamankan di kawasan Jakarta Utara atas dugaan kuat keterlibatannya dalam penyelundupan sabu dalam jumlah besar. Penangkapan tersangka dilakukan pada Minggu malam, 20 April 2025, sekitar pukul 23.00 WIB, di sebuah apartemen di kawasan Kelapa Gading.
Penangkapan WN Iran berinisial AA (35 tahun) ini merupakan hasil pengembangan informasi dari masyarakat dan penyelidikan intensif yang dilakukan oleh tim Subdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Pihak kepolisian mencurigai adanya aktivitas penyelundupan sabu yang melibatkan jaringan internasional. Setelah melakukan pemantauan, petugas berhasil mengidentifikasi AA sebagai salah satu anggota jaringan tersebut. Saat penangkapan, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa beberapa kilogram narkotika jenis sabu yang disembunyikan di dalam sebuah koper.
Berdasarkan pemeriksaan awal, AA diduga kuat berperan sebagai kurir yang bertugas membawa dan mengedarkan sabu di wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan yang lebih luas di balik penyelundupan sabu ini, termasuk asal-usul narkotika dan pihak-pihak lain yang terlibat. Tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan warga negara Indonesia dalam jaringan ini. Barang bukti sabu yang berhasil diamankan diperkirakan memiliki nilai miliaran rupiah.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Mukti Juharsa, S.I.K., M.H., dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Metro Jaya pada Senin siang, 21 April 2025 (waktu setempat), membenarkan penangkapan WN Iran terkait penyelundupan sabu tersebut. “Kami berhasil mengamankan seorang WNA asal Iran berinisial AA yang diduga kuat terlibat dalam jaringan penyelundupan sabu dalam jumlah besar. Penangkapan ini merupakan bukti keseriusan Polda Metro Jaya dalam memberantas peredaran narkoba, termasuk yang melibatkan jaringan internasional. Kami akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat,” tegas Kombes Pol. Mukti Juharsa. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk terus memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan terkait narkoba demi menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.
