Penemuan jasad pemulung yang sudah membusuk menggemparkan warga di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, pada Selasa (6 Mei 2025) pagi. Jenazah tanpa identitas tersebut ditemukan tertimbun di antara tumpukan sampah di sebuah lahan kosong yang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah ilegal di Jalan Bambu Kuning. Kondisi jasad pemulung yang mengenaskan menimbulkan bau tidak sedap yang menyebar di sekitar lokasi penemuan.
Penemuan jasad pemulung ini bermula ketika seorang warga bernama Slamet (48 tahun) hendak membuang sampah di lahan tersebut sekitar pukul 07.00 WIB. Ia mencium bau menyengat yang tidak biasa dan merasa curiga. Setelah mencari sumber bau tersebut, Slamet terkejut mendapati sesosok tubuh yang sudah dalam kondisi membusuk tertutup sampah. Sontak, ia memberitahukan penemuan mengerikan ini kepada warga lainnya dan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian Sektor Cipayung.
Petugas kepolisian dari Polsek Cipayung yang tiba di lokasi kejadian segera melakukan olah TKP dan memasang garis polisi. Tim identifikasi Polres Metro Jakarta Timur juga diterjunkan untuk mengidentifikasi jasad pemulung tersebut. Berdasarkan pemeriksaan awal, jenazah berjenis kelamin laki-laki dan diperkirakan berusia antara 50 hingga 60 tahun. Ciri-ciri fisik korban menunjukkan bahwa ia kemungkinan besar berprofesi sebagai pemulung, terlihat dari pakaian lusuh dan beberapa barang bekas di sekitar lokasi penemuan. Namun, tidak ditemukan identitas diri pada tubuh korban.
Kepala Kepolisian Sektor Cipayung, Komisaris Polisi (Kompol) Agung Widodo, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penemuan jasad pemulung ini. “Kami belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Jenazah telah kami evakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya,” ujar Kompol Agung di lokasi kejadian. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut untuk segera menghubungi Polsek Cipayung.
Penemuan jasad pemulung ini menambah keprihatinan terkait kondisi kehidupan para pekerja informal seperti pemulung yang seringkali hidup dalam kondisi rentan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan hal-hal yang mencurigakan. Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian dan diharapkan dapat segera terungkap identitas korban serta penyebab kematiannya.
