Kabar tidak mengenakkan kembali menghantam layanan transportasi publik TransJakarta, khususnya di wilayah Jakarta Utara. Sebuah kasus pelecehan seksual dilaporkan terjadi di dalam salah satu bus TransJakarta yang melintas di koridor 12 (Pluit – Tanjung Priok) pada hari Kamis, 24 April 2025, pagi. Insiden ini kembali mencoreng citra keamanan transportasi publik dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan penumpang wanita.
Menurut keterangan korban, seorang wanita muda berinisial AL (23), peristiwa kasus pelecehan tersebut terjadi saat bus sedang ramai penumpang. Tiba-tiba, korban merasakan sentuhan tidak senonoh di bagian tubuhnya dari seorang penumpang pria yang berdiri di dekatnya. Korban yang terkejut dan ketakutan berusaha menjauhi pelaku dan meminta bantuan penumpang lain.
Beruntung, beberapa penumpang pria yang sigap membantu korban dan mengamankan pelaku di dalam bus. Setelah bus tiba di Halte Sunter Boulevard Barat, pelaku kemudian diserahkan kepada petugas keamanan halte yang selanjutnya menghubungi pihak kepolisian dari Polsek Tanjung Priok. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera mengamankan pelaku yang diketahui berinisial RS (34) untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kapolsek Tanjung Priok, Kompol Ricky Pranata, membenarkan adanya laporan kasus pelecehan seksual yang terjadi di dalam bus TransJakarta. “Kami telah menerima laporan dari korban dan berhasil mengamankan pelaku. Saat ini, pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Tanjung Priok,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis siang.
Kompol Ricky Pranata menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait kasus pelecehan ini dan mengumpulkan bukti-bukti termasuk keterangan saksi dan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di dalam bus maupun di halte. Pelaku akan dijerat dengan pasal tentang pelecehan seksual dengan ancaman hukuman pidana sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Sayangnya, ini bukan kali pertama kasus pelecehan seksual terjadi di transportasi publik TransJakarta. Berulang kali insiden serupa terjadi dan menimbulkan keresahan di kalangan pengguna, terutama wanita. Pihak TransJakarta dan aparat kepolisian diharapkan dapat meningkatkan langkah-langkah pencegahan dan penindakan yang lebih efektif untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh penumpang. Peningkatan pengawasan, penambahan petugas keamanan, dan sosialisasi mengenai pencegahan pelecehan seksual perlu terus digalakkan agar kejadian serupa tidak terus terulang. Korban juga diimbau untuk tidak takut melaporkan segala bentuk tindakan pelecehan seksual yang dialami.
