Antisipasi PMK, DPKH Gunungkidul Minta Tambahan 20 Ribu Vaksin

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Gunungkidul mengambil langkah proaktif dalam mengantisipasi potensi lonjakan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah. Mengingat tradisi peningkatan mobilitas hewan ternak untuk kurban, DPKH Gunungkidul mengajukan permintaan tambahan sebanyak 20 ribu dosis vaksin PMK kepada pemerintah pusat.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPKH Gunungkidul, Retno Widyastuti, seperti dikutip dari Antara (26/4/2025), menekankan urgensi langkah antisipasi ini. “Kami mengajukan tambahan 20 ribu dosis vaksin PMK ke pusat untuk mengantisipasi peningkatan lalu lintas ternak menjelang Idul Adha,” kata Retno. Langkah ini dianggap krusial untuk memproteksi populasi ternak di Gunungkidul dari ancaman virus PMK yang sangat menular.

Permintaan tambahan vaksin ini bertujuan untuk memperluas cakupan vaksinasi, terutama menyasar hewan-hewan ternak yang akan diperjualbelikan dan berpotensi masuk atau keluar dari wilayah Gunungkidul. DPKH Gunungkidul menyadari bahwa vaksinasi merupakan benteng utama dalam mencegah dan meminimalisir dampak kerugian ekonomi akibat wabah PMK, terutama menjelang momen penting seperti Idul Adha.

Selain pengajuan vaksin, DPKH Gunungkidul juga aktif melakukan sosialisasi kepada para peternak terkait pentingnya biosekuriti, seperti menjaga kebersihan kandang dan memeriksa kesehatan hewan secara berkala. Pihaknya juga akan memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak dan memastikan setiap hewan yang diperdagangkan memiliki surat keterangan kesehatan yang valid.

Langkah cepat dan antisipatif dari DPKH Gunungkidul ini mendapat apresiasi sebagai upaya nyata dalam melindungi mata pencaharian peternak dan menjaga stabilitas pasokan hewan kurban yang sehat.

Diharapkan, pemerintah pusat dapat segera merespons permintaan tambahan vaksin ini demi keamanan dan kelancaran ibadah kurban di Gunungkidul. Sinergi antara pemerintah daerah, peternak, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga Gunungkidul tetap aman dari ancaman PMK.

Lebih lanjut, Retno Widyastuti juga mengimbau para pedagang dan pembeli hewan kurban untuk lebih selektif dan memastikan hewan yang diperjualbelikan telah mendapatkan vaksinasi dan memiliki surat kesehatan dari dinas terkait. Dengan langkah-langkah pencegahan yang komprehensif ini, diharapkan Gunungkidul dapat terhindar dari risiko penyebaran PMK menjelang perayaan Idul Adha.